Kamis, 07 Februari 2008

SOWAN HMPC JAKARTA KE DEPOK









Sabtu kemarin, 2 Pebruari 2008, rombongan HMPC Jakarta di bawah kepemimpinan Oktwin sowan ke HMPC Depok. Selain untuk bersilaturahmi, acara malam itu diisi dengan bincang seputar gelaran aksi sosial HMPC Untuk Pendidikan. Saya selaku PIC, aksi sosial yang diberikan kesempatan berbicara, sungguh senang, penyebabya lantaran BEGITU ANTUSIASNYA anggota HMPC Depok maupun Jakarta buat mensukseskan aksi 1 Maret 2008 nanti. Indikatornya dapat dilihat dengan adanya pertanyaan seputar buku yang mau disumbang. Hanya satu harapan saya dari acara sowan ini, semoga pertemanan yang terjalin erat terus berlangsung agar HMPC tetap kompak...Ayo Semangat..., 1 Maret 2008 sebentar lagi, kumpulkan buku, baju sekolah SD, alat tulis SD........anak=anak SD di Rumpin Sudah menunggu...

Rabu, 30 Januari 2008

KISAH SD BERLANTAI TANAH DI BOGOR








LAPORAN SURVEY AKSI SOSIAL HMPC UNTUK PENDIDIKAN

Saya ini berasal dari SD Negeri di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, waktu itu tahun 80-an, sekolah saya itu sudah sangat bagus. Dan saya lihat sampai sekarang SD itu masih kokoh dan bagus. Namun kontras sekali ketika saya melakukan survey (26/1-2008) untuk aksi baksos pendidikan Honda MegaPro Club (HMPC http://www.honda-megapro.or.id/) di dua sekolah SD di Rumpin, Bogor betapa sangat memprihatinkankan. Padahal ini tahun 2008 bro…kok masih ada sekolah hancur-hancuran begini.

Oke, saya akan mulai bercerita tentang SDN Rabak 1, Rumpin, Bogor (foto buka http://aksisosialhmpc.blogspot.com) yang saya kunjungi jam 8.10 WIB dari rumah saya di Sawangan, Depok (waktu perjalanan sekitar 45 menit dengan motor Mega Pro, kecepatan rata-rata 60 km/jam). Beberapa bulan lalu saya pernah datang ke sekolah ini dan sempat memotretnya, namun waktu itu muridnya sudah pada pulang, jadi tak sempat bertemu denga kepala sekolah dan murid-muridnya. Ketika saya datang kedua kali, saya disambut oleh seorang ibu yang ternyata bernama ibu Nesih, berkerudung, dari raut wajahnya terlihat sudah cukup makan asam garam dalam kehidupan ibu ini. Pas sekali, ternyata Bu Nesih, kepala sekolahnya.

Lalu, ibu Nesih yang masih kentara sekali logat sundanya ini bercerita kalau bangunan sekolahnya dibangun tahun 1979 dan telah mengalami beberapa renovasi. Dari kelas yang ada, ada tiga ruang yang kondisinya memprihatinkan. Atapnya masih memakai seng, plafonnya sudah raib, satu kelas lantainya berganti jadi tanah dan dua kelas, lantainya hancur. Jendelanya enggak ada penutupnya…“Bisa dibayangkan kalau anak-anak SD di sini kepanasan kalau hari sudah siang,” kata salah satu staf SD yang saya lupa namanya. Sekolah yang seharusnya jadi tempat yang aman dan nyaman nampaknya di sini benar-benar jauh dari harapan. Mudah-mudahan pemerintah atau donatur yang membaca tulisan ini tergerak buat ikut membantu merenovasi sekolah ini.

Menurut Bu Nesih, di sekolahnya ada sekitar 360 siswa. “Kita tak punya buku bahan bacaan, kalau klub HMPC mau bantu buat bikin perpustakaan saya akan sangat senang,” kata Ibu Nesih. Ia juga menganjurkan agar buku yang disumbang itu berikut rak buku dari besi. “Biar enggak mudah kena rayap,” ungkap Ibu Nesih. “Lalu apa lagi yang dibutuhkan?” tanya saya. Ibu Nesi menjawab, “Kita butuh pula baju-baju sekolah dan alat tulis.” Menurut Bu Nesi, orang tua siswa SD Rabak 1, mayoritas kuli angkut batu. “Dulu sebelum ada BOS, buat bayaran 3000 saja banyak yang nunggak,” kata salah satu guru rekan bu Nesih. Saya yakin, kalau bro sekalian ikut survey bakal trenyuh melihat kondisi sekolahnya.

Lalu dari SD Rabak 1 dengan menunggang Megy berairbrush biru, saya menuju SD Kadu Sewu, Rumpin Bogor. Letaknya enggak jauh dari SD Rabak 1. Cuma untuk masuknya mesti lewat gang-gang kecil dengan jalan aspal yang sudah sangat keriting. Pemandangan SD ini amat memukau, di samping ada bukit hijau yang menjulang tinggi. “Gunung Suling, kita bisa melihat Jakarta dari atasnya,” kata Ilin, kepala SD Kadusewu.
Dibanding dengan SD Rabak 1, Kadusewu konsdisinya setali tiga uang. Ada beberapa kelas memang yang sudah direnovasi. Namun untuk dua ruang kelas masih menggunakan gedung lama. Atap dari gedek (anyaman bambu), tembok banyak yang tergerus tak rata, dan daun pintu yang sudah sangat jelek (triplek tanpa cat dan rompal-rompal). Di atasnya terpampang foto SBY dan JK, sedang di samping terdapat jendela kawat dengan kondisi sudah rusak.

Saat saya tanya kepala sekolahnya, SD ini juga butuh buku-buku bahan bacaan dan pakaian sekolah seperti SD rabak 1. “Di sini banyak anak yatim juga,” kata Ilin yang punya murid sekitar 292 orang. Ilin amat berharap dua ruang kelasnya dapat direnovasi agar anak didiknya bisa bersekolah dengan nyaman dan aman. “Waktu itu memang pernah ada yang ngukur sekolah ini, tapi sampai sekarang belum ada renovasi,” ujar Ilin yang banyak mengandalkan guru bantu lantaran pegawai negerinya cuma ada 3 orang (kepala sekolah, satu guru, dan pesuruh). Oh ya, sebenarnya dari 2 ruang kelas yang memperihatinkan itu, ada satu kelas bedemptan yang sekarang sudah roboh. Luar biasa… di Bogor masih ada sekolah dengan kondisi memperihatinkan.

Rachmad Sadeli
PIC Aksi Sosial HMPC Untuk Pendidikan
Tertarik menyumbang silahkan buka http://aksisosialhmpc.blogspot.com

Selasa, 22 Januari 2008

MAIN FUTSAL DI HUT KE-2 HMPC TANGERANG








Sumber Foto: Forum HMPC Chapter Tangerang dan Doel

Suasana ATB, Minggu 20 Januari 2008 pukul 10.30 WIB terlihat ramai oleh para bikers dari HMPC chapter Depok. Dengan seragam lengkap, anggota klub Mega Pro ini bersiap berangkat menuju Alam Sutera Tangerang untuk menghadiri gelarah ultah ke- 2 HMPC Chapter Tangerang. Rute yang dilewati Depok, Sawangan, Gunung Sindur, dan BSD. Syukurlah HMPC Depok datang dengan jumlah personil 32 orang berikut boncenger.
Setiba di Alam Sutera, HMPC Depok dijemput oleh panitia. Dan di lokasi sudah ada HMPC Lampung (datang 22 motor), HMPC Bandung, HMPC Bogor, dan HMPC Jambi, dan HMPC Jakarta. Acara utama segera di gelar, yaitu pemotongan tumpeng ultah ke-2 Tangerang. Agenda berikutnya, dilanjutkan dengan main futsal. HMPC Depok main pertama dengan HMPC Lampung (Depok kalah he…he…).
Pertandingan kedua, HMPC Depok dibantu Bogor (kang Kodir dan Catur) menang melawan tim tuan rumah. Salut buat aksi bro Kopral yang benar-benar mantap sebagai kipper dan aksi tema-teman lain yang berhasil nyumbangin gol, Wahyu, Tyo, dan Anton. Oh ya pada kesempatan itu juga, digelar pula acara pertandingan bulu tangkis. Depok yang diwakili Kumis dan Alex belum beruntung buat memenangi pertandingan.
Setelah main futsal dilanjutkan dengan makan siang yang dibeli dari hasil patungan. Lumayan kenyang, nasi padang cukup buat mengganjal perut. Setelah ngobrol sambil istirahat di rumput, dan pembagian stiker ultah Tangerang, HMPC Depok bersiap pulang sekitar pukul 16 sore. Jalur pulang melewati Pamulang, Pondok Cabe, Depok. Rahmat

Rabu, 09 Januari 2008

ANGGOTA HMPC DEPOK YANG BERULTAH BULAN JANUARI


Sumber Foto: www.wishafriend.com/

1 DINNO FAJARUDIN DINO DPK 008 Cirebon, 13 Januari 1981
2 WAWENK WAWENK DPK 034 Depok, 01 Januari 1979
3.HERU BAKTIYONO HERU DPK 047 Jakarta, 27 januari 1976
4.SOTARDODO ARTHACHRISTY T DODO DPK 053 Depok, 22 Januari 1986
5.ABDUL HARIS SIDO3L DPK 062 Banyuwangi, 11 Januari 1964
6.DADAN HIDAYAT DADAN DPK 082 Ciamis, 19 Januari 1981

Informasi Ultah ini disampaikan Gandhos, Koordinator Divisi Anggota HMPC Depok.

Selasa, 08 Januari 2008

MANA YANG PAS BUAT SPANDUK HMPC DEPOK?





PENUNDAAN AKSI SIMPATIK 1001BUKU & HMPC SAMPAI AKHIR JANUARI

Sedianya tanggal 10 Januari 2008 akan dilaksanakan aksi tebar flyer 1001buku bersama HMPC. Namun lantaran pihak 1001buku tak mendapat izin dari kepolisian lantaran tanggal 10 Januari 2008 yang ditetapkan sebagai hari keagamaan tak diperbolehkan ada keramaian, maka acara tebar flyer untuk menggugah minat terhadap buku ditunda sampai akhir Januari 2008, sambil menunggu surat izin dari kepolisian.

Pihak 1001buku selaku panitia tebar flyer meminta maaf atas penudaan acara yang sedianya akan dilaksanakan 10 januari nanti. Sedangkan, mengenai aksi tanggal 27 Januari 2008 di TIM, Ultah 1001buku tetap dilaksanakan sesuai dengan rencana untuk melibatkan HMPC. Sementara aksi sosial HMPC untuk Pendidikan untuk chapter Jabodetebek tetap pula pada rencana semula, 1 Maret 2009.

Mudahan penundaan acara tanggal 10 Januari 2008, tak meyurutkan niat bro's HMPC untuk melaksanakan aksi sosial HMPC untuk Pendidikan. Kepada pihak-pihak jajaran pengurus chapter HMPC Jabodetabekcik yang telah banyak menghabiskan tenaga dan dana untuk mengorganisir bro's sekalian untuk aksi taggal 10 januari mudah-mudahan bisa memakluminya. Dengan segala kerendahan hati, saya selaku PIC Aksi sosial HMPC untuk pendidikan memohon maaf atas penundaan acara ini. Mudah-mudahan sang Maha Pemberi tetap memberikan semangat yang tak putus asa buat terus melaksanakan aksi sosial HMPC untuk pendidikan.


Rahmat
PIC Aksi Sosial HMPC untuk Pendidikan
No Anggota : 7-60